Musim Hujan, Waspadai Bahaya Demam Berdarah Penyebab Utama Kematian Pada Anak!


Musim Hujan, Waspadai Bahaya Demam Berdarah Penyebab Utama Kematian Pada Anak!
Musim Hujan, Waspadai Bahaya Demam Berdarah Penyebab Utama Kematian Pada Anak!


Demam berdarah merupakan infeksi arbovirus (virus-virus penyebab penyakit yang ditularkan oleh serangga) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegyhgpti, disebut juga nyamuk dengue high fever (DHF).

Anak yang menderita demam berdarah akan mengalami kehilangan cairan tubuh, yaitu keluarnya air elektrolit, dan protein plasma dari pembuluh darah ke dalam sel-sel/jaringan sekitar.

Sebelum melanjutkan, diharapkan Anda membaca artikel kesehatan hingga selesai karena info yang didapat secara setengah-setengah hanya akan membuat Anda salah paham dan tidak mengerti permasalahan serta penanggulangan yang tepat terhadap suatu penyakit.

Kondisi ini mengakibatkan darah mengental (hematokrit meningkat). Selain itu, anak akan mengalami trombositopeni, yaitu penurunan trombosit/zat pembeku darah sehingga anak akan mengalami perdarahan yang sulit berhenti karena pembekuan darah terganggu.

Gejala demam berdarah, antara lain panas tinggi, sakit kepala, mual, anak rewel/gelisah, nafsu makan dan minum menurun, nyeri otot, dan timbul ptekie (bintik-bintik merah akibat perdarahan di bawah kulit).

Baca juga artikel Mengobati Diare Pada Anak

Pada tahap yang lebih parah, anak dapat mengalami mimisan dan perdarahan gusi.

Gejala yang lain, di lingkungan sekitar terdapat penderita demam berdarah jika dilakukan pemeriksaan laboratorium, akan terlihat trombosit menurun (biasanya naik pada hari ke-3) dan hematokrit/kekentalan darah naik (biasanya hari ke-4)

“Pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yaitu mengusahakan agar anak banyak istirahat dan banyak minum, serta memberikan makanan lunak serta obat penurun panas.”

Jika setelah 3 hari panas anak tidak turun dan anak sulit makan minum, segera periksakan anak ke dokter/rumah sakit, jangan sampai terlambat. Apalagi jika ada mimisan atau perdarahan lain.

Anak harus segera mendapatkan terapi cairan lewat infus agar tidak kehilangan lebih banyak lagi cairan dan tidak mengalami syok. Kadang-kadang pada kondisi tertentu perlu transfusi trombosit (tetapi jarang terjadi).

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan agar senantiasa bersih, tidak membiarkan air menggenang, membudayakan 3M (menutup, mengubur, dan menguras), serta memberikan bubuk abate pada bak penampungan air.

“Gejala demam berdarah ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh dan muntah-muntah.”
Previous
Next Post »
Thanks for your comment