Waspada Diare Pada Anak!! Lakukan Penanggulangan Berikut Untuk Menghindari Gejala Yang Lebih Kronis!!


Waspada Diare Pada Anak!! Lakukan Penanggulangan Berikut Untuk Menghindari Gejala Yang Lebih Kronis!!
Waspada Diare Pada Anak!! Lakukan Penanggulangan Berikut Untuk Menghindari Gejala Yang Lebih Kronis!!
Diare disebut juga gastroenteritis, yaitu peradangan pada daerah usus yang menyebabkan bertambahnya keenceran dan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dan dapat menyebabkan dehidrasi (Kekurangan cairan).

Penyebab diare adalah sebagai berikut :
  • Infeksi bakteri salmonella atau entamoeba coli dan infeksi parasit, seperti cacing ascaris dan entamoeba histolitika.
  • Makanan kadaluarsa, berjamur, atau alergi makanan seperti alergi susu sapi.
  • Gangguan usus yang menghambat absorbsi/penyerapan cairan dan elektrolit sehingga banyak cairan yang terbuang sehingga terjadilah diare. Namun gangguan usus ini sangat jarang terjadi.

Sebelum melanjutkan, diharapkan Anda membaca artikel kesehatan hingga selesai karena info yang didapat secara setengah-setengah hanya akan membuat Anda salah paham dan tidak mengerti permasalahan serta penanggulangan yang tepat terhadap suatu penyakit.

Gejala diare adalah anak rewel, gelisah, panas, haus terus, mual, tidak nafsu makan, lemas, diare cair lebih dari 3 kali, dan kadang ada lendir atau darah.

Oleh karena itu, kita harus memeriksa feses (kotoran) anak, apakah ada lendir, darah, berbusa, atau berbau busuk.

Jika hal ini ditemukan pada feses anak, berarti anak telah terjangkit infeksi ameba.
Biasanya terjadi juga muntah sebelum atau sesudah diare. Tentu saja banyaknya cairan yang hilang lewat diare dan muntah dapat menimbulkan dehidrasi.

Nah, tingkat dehidrasi ini dapat dilihat dari air kencing dan warnanya. Makin pekat atau makin gelap, makin tinggi tingkat dehidrasinya. 

Bahkan, anak yang mengalami dehidrasi berat kadang tidak buang air kecil.

Tabel kondisi tubuh anak berdasarkan tingkat kekurangan cairan saat diare
INDIKATOR Ringan Sedang Berat
Kesadaran Composmentis (Kesadaran Penuh) Apatis, Lemah Somnolenkoma (Mengantuk Koma)
INDIKATOR Ringan Sedang Berat
Sirkulasi Darah (Nadi) < 120 kali permenit 120 - 140 kali permenit > 140 kali permenit
Pernapasan < 24 kali permenit 25-30 kali permenit > 40 kali permenit
Mata Agak Cekung Cekung Cekung Sekali
Kulit Elastis Kurang Elastis Tidak Elastis dan Panas
Kehilangan Cairan 25 ml/kg BB 75 ml/kg BB 125 ml/kg BB

Prinsip penanganan diare adalah pemberian cairan. Pertolongan pertama yang kita lakukan adalah membujuk anak dan memberikan banyak minum.

Cairan yang baik adalah cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa seperti oralit (larutan gula garam). Jika anak dirawat di rumah sakit, dokter akan memberikan cairan infus.

Selain itu, ganti susu formula anak dengan susu yang rendah laktosa atau bebas laktosa.
Bagi anak yang masih minum ASI maka ASI harus tetap diberikan!!.

Selain itu, berikan makanan yang mudah diserap/diabsorpsi usus, makanan yang tidak merangsang (Tidak pedas dan asam), dan hingga makanan bersantan. Berikan makanan secara sedikit-sedikit tetapi sering.

Setelah diare, biasanya diikuti dengan kembung. Untuk mengurangi kembung, olesi perut anak dengan bawang merah dicampur dengan minyak goreng atau minyak telon. 

Kemudian, selama masih mau minum, berikan minum sebanyak-banyaknya untuk mengganti cairan yang hilang.

Namun jika anak sudah tidak mau minum, muntah terus, diare lebih sering (lebih dari 5 kali), dan buang air kecilnya sedikti/jarang, tandanya anak telah mengalami kekurangna cairan/dehidrasi.
Dalam keadaan seperti ini, segera bawa anak ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan terapi infus.

Komplikasi yang dapat terjadi jika anak tidak segera mendapatkan asupan cairan adalah dehidrasi/kekurangan cairan, penuruan elektrolit, gagal ginjal akut, malnutrisi, panas tinggi dan kejang.

Oleh karena itu, jika anak diare, segera berikan minum sebanyak-banyaknya untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Jika anak rewel, lemas, mulut tampak kering karena diare, berikan air putih.
Previous
This is the oldest page
Thanks for your comment